“ Oke. Cukup … cukup ketawanya. Ayo lanjutkan lagi ceritanya, Sil. “ kata Lola “ Awas di ketawain lagi. “ kata Sisil sambil menujukkan jari – jarinya ke pada ketiga sahabatnya “ Masak ketawa harus di tahan. Nanti yang keluar malah angin dari bawah. Ha …. Ha … “ sahut Andra dengan candaan khasnya tanpa ada batas saat bercanda dengan sahabt – sahabatnya “ bodo amat. Dengarkan ceritaku. Eh iya nnati kamu juga harus cerita, Ndra. Karena kamu sudah duduk di sini. Jadi tunggu gilirannya. Jadi waktu aku pacaran sama mantannku yang terakhir ini, ada kejadian yang enggak bisa aku lupa. Dia kasih aku buket bunga yang indah banget saat perpisahan kita dan bilang ke aku begini. Sil kalau seandainya kita jodoh nantinya, aku mau kamu berubah menjadi wanita yang lebih anggun. Karena aku tahu kamu wani

