bab 41

1834 Kata

“ em …… kalau begitu biar aku yang beli sarapan. Aku juga belum sarapan, lapar. He …… he ……. “ kata Lola dan bergegas menyalakan motornya. Lola mengelilingi lingkungan sekitar komplek dekat tokonya, siapa tahu ada penjual nasi dadakan. Biasanya lebih sedap daripada warung nasi. Setelah sekitar sepuluh menit berkeliling akhirnya Lola menemukan penjual nasi di sebuah rumah. Lola langsung berhenti, ternyata jualan nasi pecel madiun. Lola membeli lima bungkus untuk dirinya dan empat karyawannya. Lola melihat apa saja sayuran yang ada di dalamnya dan lauknya. Sangat beda dnegan pecel biasa, Lola membawa pulang bungkusan dengan beberapa camilan makanan kecil untuk camilan di siang hari. “ Ta ra ……… aku bawa nasi pecel madiun. Ada yang pernah cobain enggak ? “ Tanya Lola dengan heboh “ b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN