" Hey, kenapa diam ? " Tanya Bram lembut
" Hemm...enggak, mungkin mas salah orang atau mas mabuk "
" Maksud kamu saya bercanda dengan yang barusan saya katakan ? "
" Pritty, saya serius suka kamu. Apa kamu sudah punya kekasih ? "
" Belum. Saya belum punya kekasih "
" Lalu apa yang membuat kamu bimbang dengan uangkapan hatiku ? "
" Bukan begitu, mas kan baru kenal saya beberapa hari kok tiba - tiba bilang suka sama saya. Atas dasar apa mas Bram suka saya ? "
" Mas Bram tahu keadaan rumah saya dan saya bukan orang punya seperti mas dan saya juga tidak cantik. "
" Stop Pritty jangan ucapkan yang buat telingaku merah. Saya tidak suka dengan ucapanmu. "
" Kamu itu cantik, baik, rajin ibadah dan saya tidak melihat rumahmu dan mau orang kaya atau miskin. Mulai sekarang jangan ucapkan itu lagi. Kamu mau kan jadi kekasihku ? "
" Tapi mas. Saya takut saya tidak bisa mengimbangi mas dan apa mas tidak malu punya kekasih penjual lunpia ? "
" Pritty kan sudah saya bilang tadi. Kamu gak usah mikir yang aneh - aneh. Yang penting kamu mau jadi kekasihku. Dan kamu tidak perlu berjualan di depan minimarket lagi. Karena saya akan mencari tempat untuk kamu berjualan lunpia dan minuman. Kamu setuju kan ? "
" Ha .....… !!! Sungguh ? Apa itu tidak berlebihan ? "
" Tidak Pritty wanita sebaik dan serajin kamu pantas mendapatkannya "
" Terima kasih mas, nanti kita bagi hasil aja ya. Karena saya enggak mau merepotkan mas. "
" Terserah kamu aja " jawab Bram
" Baiklah kalau begitu sekarang kamu istirahat, saya akan pamit pulang karena sudah malam tidak enak dengan tetanggamu. Besok jam sepuluh pagi saya akan jemput kamu dan Lola"
" Mau kemana ? "
" Lihat aja besok, ok sayang ? " Kata Bram sambil mencium kening Pritty
Sontak pritty terkejut tapi bahagia. Seluruh tubuhnya rasanya tidak bertulang ketika bram mencium kening pritty. Karena ini pertama kalinya Pritty merasakannya dari laki - laki yang mencintainya.
Pagi yang cerah, secerah hati bram dan Pritty. Bram sudah bangun dari pukul delapan tadi dan seperti biasa dia berolahraga sebelum menjalani aktivitas selain itu untuk menjaga kesehatan juga menjaga bentuk tubuh bram agar terlihat macho dan seksi.
Setelah Bram selesai sarapan. Dia langsung meluncur ke rumah Pritty. Dan Pritty serta adiknya sudah bersiap siap dari setengah jam yang lalu. Mereka tidak tau akan kemana. Jarak rumah pritty dan bram sekitar tiga puluh menit.
" Shalom, permisi ada orang enggak ? " Teriak bram
" Shalom !!! " Muncul suara yang melengking sambil berlari bahagia
" Kak Bram ! ! " teriakl Lola sambil lari ke arah bram dan memeluk Bram
" hey Lola, kamu cantik sekali "
" makasih kak, kak memangnya kita mau kemana ? "
" em Lola maunya kemana ? "
" ingin ke kebun binatang sama waterboom kayak temen - temen Lola. boleh enggak kak "
" Boleh dong, ya udah yuk berangkat sekarang " Pritty membuka pintu mobil bagian tengah,
" Pritty, kamu duduk di depan, biar Lola yang duduk di tengah nanti kalau ngantuk bisa rebahan "
" Hem, iya mas " Pritty membuka pintu mobil depan dan duduk di sebelah Bram
dalam perjalanan Lola sangat sennag sekali, celotehan Lola mencairkan susana dan rasa canggung Pritty dan Bram hilang seketika.