Matahari telah menyorotkan sinar kebanggaannya. Jam sendiri sudah menunjukkan pukul delapan pagi, di mana mrang-orang sudah mulai kembali disibukkan dengan melakukan aktivitas rutin biasanya. Di dalam sebuah kamar luas yang didominasi warna putih, sepasang suami istri masih terbaring nyaman di bawah selimut tebal. Memandang wajah wanita di sampingnya adalah yang sedang Samuel lakukan saat ini. Tidak pernah ada kata bosan menatap sosok yang begitu di cintai. Samuel mengulurkan satu tangannya. Menyelipkan helaian rambut Anna ke belakang telinga perempuan itu. "Sayang, bangun...." Menghujami wajah Anna dengan kecupan-kecupan ringan nyatanya tak juga membuat perempuan itu terbangun dari tidurnya. Setelah sholat subuh, Samuel dan Anna kembali melanjutkan tidur mereka. Mengingat tadi mala

