Murka Irena

1089 Kata

Evan menggedor-gedor pintu kamar Irena. Napas pria itu naik turun menahan emosi yang akan dia luapkan pada sasarannya. "Irena!" panggilnya dengan suara lantang. Kembali Evan mengetuk pintu itu seraya memanggilnya dengan suara keras. Tak lama pintu kamar adik tirinya itu pun terbuka, menampilkan sosok Irena yang berpakaian santai. "Ngapain sih, ribut-ribut. Berisik tau!" sungut gadis itu kesal. Tanpa menjawab, Evan langsung menarik tangan gadis itu ke arah tangga, membuat Irena terkesiap dan hampir saja oleng. "Apa-apaan sih, Van!" pekik Irena tetapi pria itu tidak menyahut, lebih memilih terus menariknya hingga ke anak tangga terakhir. Tubuh Irena terseret-seret akibat Evan menariknya tanpa rasa kasihan. Sara yang saat itu ditinggalkan sendiri, terkejut mendapati Evan tengah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN