Rencana Yang Gagal

1004 Kata

"Pindah? Kenapa?" tanya Regina bingung. Pasalnya tadi dia dan Darius tidak ada pembahasan soal pindah rumah atau semacamnya. "Tidak apa-apa, Ma. Kita memang semestinya harus pindah dari sini, kan? Karena rumah ini bukan atas nama mama," katanya lagi seraya mengusap wajahnya kasar. "Siapa yang bilang?" cecar Regina marah. "Aku." Evan menyahut malas, seraya menyenderkan punggungnya ke sofa. Walaupun apa yang dia sebutkan adalah bohong. Ya, dia tau kalau rumah ini sudah menjadi hak milik ibunya, entah mengapa mantan suami dengan segala ke-toxic-annya meminta kembali yang sudah menjadi milik ibunya. "Sok tau kamu!" ketus Regina menatap sinis putranya. "Sebenarnya papa kamu bilang apa tadi, kenapa kalian seperti sedang berdebat. Kasih tau mama, Ezra!" Kembali Regina membentak. Tiba-ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN