Malam sebelum akad, Alisha menghampiri ayahnya yang saat itu tengah duduk sembari menikmati secangkir kopi di ruang tengah di mana ruang itu yang sengaja disisakan untuk tempat istirahat. "Ayah," panggil Alisha. Sofyan yang saat itu hampir memejamkan mata menoleh dan mendapati putrinya tengah berdiri di sampingnya. "Kenapa belum tidur?" tanya Sofyan. "Maafkan, Sha, Yah," ucap Alisha yang langsung berlutut di depan Sofyan. Tangsi Alisha pecah, dia tidak bisa menunggu sampai esok hari untuk memohon restu pada pria cinta pertamanya. Sofyan membelai rambut Alisha lembut, matanya pun ikut berkaca-kaca. Dia sangat menyayangi putri satu-satunya ini, semua ketegasan yang dia lakukan semata-mata hanya ingin anak-anaknya mandiri dan tidak lembek. Mungkin yang dia lakukan dulu terlalu berlebi

