Usai menyelesaikan pekerjaan Evan langsung keluar dari ruangannya dan bergegas menuju lift. Langkahnya terhenti ketika dia mendengar panggilan dari arah belakangnya, yang ternyata Tirto. "Mau kemana buru-buru?" tanya Tirto ingin tau. "Ke rumah sakit, Alisha sedang dirawat," ucapnya seraya menggaruk pelipisnya yang tiba-tiba gatal. "Oh, benarkah?" Evan mengangguk. "Kita masih harus menyelesaikan meeting dengan klien, Van." Evan mengerutkan keningnya. "Bukankah itu di mundurkan menjadi esok hari, Om?" tanyanya. "Seharusnya iya, tapi tadi sekretarisnya menghubungiku dan mengatakan mereka siap untuk bertemu sore ini," ujar Tirto sedikit kecewa. Sebenarnya dia tidak ingin menahan pemuda itu, tetapi dia juga tidak ingin mengkhianati Darius yang sudah menaruh kepercayaan penuh padanya.

