Saat ini Evan sedang berada di kediaman Widjaya, karena utusan dari sang ayah tadi menjemputnya ke rumah orang tua Alisha. Dia sudah mengingatkan kalau tidak akan kembali ke rumah ini lagi, namun tetap saja tuntutan dari ayah dan kakeknya tidak mau tau. Entah apa yang mereka inginkan, padahal jelas-jelas dia sudah menyatakan rela melepas semua yang di milikinya dari rumah ini. Evan duduk di depan meja kebesaran sang ayah di ruang kerjanya, tanpa rasa minat. Sengaja dia memejamkan mata menunggu apa yang akan terjadi nanti. "Evan," panggil suara di depannya. Evan langsung membuka matanya dan mendapati sang ayah sudah duduk di kursi kerjanya. Pria itu langsung memperbaiki letak duduknya menjadi menegak. "Hm," sahut Evan dengan dehaman. "Papa sudah memindahkan posisi Radit pada bagi

