Sara meninggalkan ruang inap Evan dan bertolak ke ruangan lain, yaitu ke ruangan Irena. Gadis itu mengintip dari jendela pintu di ruangan Irena dan menatap perempuan yang tengah berbaring tak sadarkan diri itu dengan tatapan penuh kebencian. Ingin sekali dia masuk ke dalam sana dan melepas semua alat medis yang menunjang hidup perempuan itu. Namun, rasa simpatinya lebih besar dari rasa bencinya pada perempuan itu. Biarlah, saat ini Irena sedang menjalani karmanya sendiri. "Sara?" panggil suara di belakangnya. Sara berbalik dan mendapati Tante Anna di sana. Sara berjalan menghampiri wanita yang seumuran ibunya itu dan duduk bersama di bangku besi di depan ruangan Irena. "Terima kasih sudah datang," ucap Anna. Sara mengulas senyum tipis. "Bagaimana kondisinya sekarang?" tanya Sara ba

