"Tuan! Tubuh Nona berguncang!" pekik asisten Gustin panik. Gustin segera berlari ke arah Olivia dan menyentuh pergelangan tangan wanita itu. Tangan yang semula selalu dingin kini terasa hangat. Perlahan Olivia membuka kedua kelopak netranya. Gerakannya tampak lambat dan sangat berat, seakan kelopak itu tertutup rapat oleh perekat. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah setitik cahaya yang menyilaukan. Cahaya itu berasal dari bohlam lampu yang tergantung tepat di atasnya. Olivia mengerjap, kedipannya masih terlihat lambat. Tubuhnya mulai beradaptasi kembali dengan dunia luar. Ya, akhirnya sang putri tidur tersadar. "Emm." Itu adalah suara pertama yang dikeluarkan Olivia setelah dua tahun membisu, tetapi kemudian tubuhnya berguncang lagi. Lelaki yang pernah menyandang gelar dokter itu

