Dira memperhatikan interaksi antara Zachary dengan Aruni dari tempatnya duduk. Aruni begitu bahagia saat bermain bersama Zachary yang baru dikenalnya sebagai Papanya. Wajah riang dan gembira selalu terpancar setiap kali mereka bersama. Hati Dira jadi terenyuh melihatnya. Aruni ternyata sangat merindukan sosok ayahnya. Dira merasakan perasaan bersalah karena terlalu memperturutkan egonya selama ini. Harusnya Dira mendahulukan kepentingan Aruni dibandingkan rasa marah dan kecewanya sendiri. Apapun yang terjadi antara dirinya dengan Zachary tentu tidak boleh sampai mengabaikan kebutuhan anaknya yang masih terlalu kecil untuk memahami prahara orang dewasa. Dira sadar kalau dirinya terlalu egois sebagai seorang ibu. Perasaan sebagai korban lebih menguasai dirinya sehingga matanya tertutup. T

