Terdengar suara ketukan dari luar, membuat seorang pria yang tengah tertidur lelap kini mulai membuka kedua matanya, karena suara ketukan itu begitu sangat mengganggu tidur nyenyaknya. “Geo, bangun sudah pagi nih.” Hingga terdengar suara seorang wanita yang terdengar begitu lembut masuk ke dalam kedua gendang telinga Geo, membuat kedua sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman. Geo mulai teringat, kalau semalam dirinya tak tidur di apartemen, melainkan tidur di rumah Leta. Setelah meregangkan tubuhnya, ia lalu bangun dari tidurnya, menyandarkan tubuhnya ke sandaran ranjang. Geo menatap sekeliling kamar Leta. Kamar itu memang tak sebesar kamarnya yang ada di apartemen. Kamar itu begitu kecil, hanya ada satu lemari kecil dan meja rias. Bahkan tak ada sofa di dalam kamar itu. Geo

