Seperti tersesat di sebuah labirin. Ingin keluar tapi tidak tahu arah mana yang mau ditempuh. Sudah berulang kali berusaha mencari celah, selalu menemukan jalan buntu. Sungguh, aku tidak tahu lagi harus berbuat apa. Tiba-tiba saja Ayah memutuskan sendiri tanggal pernikahanku dengan Harun. Tanpa lebih dulu meminta persetujuan dari anaknya sendiri. Sejak sore itu, saat pertengkaran aku dengan Harun. Ia sama sekali tidak menunjukan mukanya lagi. Aku kira dia benar-benar sudah mengerti dan faham dengan apa yang ku mau. Namun, itu salah. Entah apa yang dia lakukan sehingga Ayah mau saja menerima permintaannya. Aku memandang tidak percaya pada pria yang sangat berjasa dalam hidupku. Sungguh, bukan lagi seorang ayah yang kukenal dulu, Ayah yang bijak, adil, tegas. Selalu mementingkan keluarga

