Rezky pulang ke rumahnya dan bertemu dengan Nahwa serta ayahnya yang ada di ruang tamu. Ia menggerutu dalam hatinya kala melihat pemandangan ini, malas sekali pikirnya. Namun, Rezky cukup baik untuk memanipulasi perasaannya sendiri, hingga wajahnya bisa dibuat senang karena kehadiran ayahnya Nahwa itu. "Eh, ada Ayah di sini? Apa kabar, Ayah?" tanya Rezky, seraya menyalimi tangan orangtua Nahwa tersebut, dan duduk di sampingnya. "Sayang, kenapa kamu tidak memberitahuku kalau ada Ayah datang ke sini?" Nahwa tersenyum seraya menoleh ke arah ayahnya tersebut yang tersenyum kala menatapnya. "Iya, sebenarnya sih aku itu mau memberikan kabar padamu loh, Sayang. Hanya saja, Ayah bilang jangan. Katanya buat surprise." Rezky mengangguk paham. "Surprise? Konon?" Berbicara dalam hati, tapi bibir

