Violet tercenung ketika mendengarkan pertanyaan konyol yang diberikan oleh Rizal baru saja itu. Ia tidak bisa membenarkan secara keseluruhan, tapi juga tidak menolaknya. Perasaannya ini terlalu sukar untuk ditebak begitu, sedang Violet saja masih belum ingin mengenal cinta kembali. "Tidak, atau mungkin saja begitu." Violet menjawabnya dengan perasaan ragu. Rizal memiringkan kepalanya, dan tentu ingin mendengar lebih jelas akan jawaban Violet nantinya. Ia cukup penasaran, setelah mendengarkan kisah masa lalu wanita di depannya bersama Rezky, yang berakhir dengan pengkhianatan itu. "Yang pasti Vi jawabannya, agar aku bisa memahami kondisi kamu itu," pinta Rizal, pada Violet. Violet menarik napas panjangnya, seraya memejamkan mata. Ia enggan untuk membahas masa lalu, sekaligus luka

