Chapter 70

1015 Kata

Nahwa berjalan beriringan dengan Radit yang hendak membawanya ke satu tempat, di mana untuk bertemu dengan laki-laki yang katanya akan dijodohkan untuk dirinya. "Ayah, Nahwa sangat gugup," keluh Nahwa, dengan kedua tangan yang terus digosok agar mengurangi rasa dinginnya itu. Bagaimana tidak Nahwa bisa bersikap biasa saja? Sedang kegiatan seharinya lebih banyak menyita waktu berada di warung makannya, dan bisa dibilang tidak pernah untuk bertemu dengan laki-laki. Yang bisa disebut sebagai kekasihnya. Walaupun ini baru permulaan atau untuk saling mengenal, tetap saja rasanya tidak jauh berbeda. Radit menghentikan langkah kakinya, dan melihat anaknya yang mulai gugup dan tidak biasa itu. "Kamu ini, kita akan bertemu dengan seseorang yang bahkan nantinya bisa menjadi kekasih kamu. Unt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN