Sherena menggeliat untuk meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Sungguh, tubuhnya sakit dan remuk saat ini. Padahal ia tidak melakukan olahraga apapun kemarin. "Kok capek banget ya, rasanya," gumam Sherena. Seraya mengusap wajahnya untuk mengusir rasa kantuk yang datang melanda. Dan betapa ia terkejut melihat Abdi yang kini tengah memeluknya, dengan wajah yang berada tepat di depan dadanya. "A-abdi?" Sherena mengerjap. Tubuhnya seketika membeku ketika ingatannya mulai bekerja dengan baik. Di dalam otaknya langsung berputar gambaran bagaimana ia dan Abdi tadi malam menyempurnakan rumah tangga mereka berdua. Abdi sudah masuk dan bergerak. Membuatnya bisa merasakan sakit bercampur kenikmatan yang tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Bahkan Sherena masih bisa merasakan sensas

