"Bee, kamu kenapa?" Abdi beringsut duduk untuk memeriksa keadaan Sherena, yang tiba-tiba saja terisak. Sherena menggeleng. Tetap menangis, meringkuk dan meremas kuat perutnya. Mengusir rasa sakit yang kini menyerang perutnya. "Kalau nggak apa-apa, tidak mungkin kamu seperti ini." Abdi meraih gaun tidur Sherena yang teronggok di lantai. "Pakai dulu." Menuntun Sherena untuk duduk dan membantunya mengenakan gaun tidur. "Apa yang sakit?" tanya Abdi, seraya memeluk Sherena. "Perutku, Boo. Sepertinya aku datang bulan," lirih Sherena. Mengurai pelukan Abdi dan beringsut turun dari ranjang. "Mau kemana?" Abdi menahan. "Mau ke kamar mandi. Mau cek benar atau nggak. Sekalian mau pakai pembalut kalau benar." "Tunggu, biar aku yang melakukannya." "Melakukan apa?" Sherena bingung.

