"Anda kan sudah cerai dengan Papa saya sebelum dia meninggal, gatau diri banget ambil hak orang lain" kata Alan menatap pria dan wanita didepannya dengan emosi yang tak bisa dia sembunyikan dari sorot matanya. "Orang lain itu kamu Alan, anak Mama sendiri. Jadi gapapa dong, itung itung biaya Mama hamil, ngelahirin, nyusuin kamu" ucap Mama Alan. Wanita dengan pakaian elegan bak nyonya nyonya dan seorang pria dengan jas berwarna putih disampingnya itu tiba tiba datang kerumah Alan. Alan menemukan mereka setelah pulang dari mengantar Keke pulang. Alan tergelak ditempat. "Biaya?" tanya cowo itu, seperti tidak percaya dengan apa yang barusan didengar oleh telinganya. "Kalo kamu tanda tangan pengalihan saham, Mama gabakal ikut campur hidup kamu lagi. Kamu gabakal ketemu Mama seumur hidup"

