Terungkap

990 Kata

Wajah Jenie pucat pasi, melihat orang yang berada di ambang pintu yang menatapnya marah. Ia menggenggam tangannya erat, menyalurkan kegugupannya dan kekhawatirannya. Keringat dingin membasahi dahinya, ia berdiri gemetar menatap orang tersebut.  "Ra-Ratu Ales," ucapnya gugup.  Ratu Ales menatapnya tajam, ia sudah mendengar dan melihat apa yang ingin diperbuat oleh Jenie. Ia marah, melihat calon menantunya, calon ratu kerajaan vampir ingin diracuni.  Ia berjalan, masih dengan ekspresi marahnya dan berhenti tepat dihadapan Jenie. Napasnya memburu akibat emosi yang melanda dirinya, tapi ia coba sebaik mungkin untuk mengontrolnya.  "Apa yang kau lakukan kepada calon menantuku?" tanya ratu Ales.  Jenie gugup. "Ti-tidak, bibi-" ucapannya dipotong oleh ratu Ales.  "Jangan memanggilku bibi. A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN