Diculik

921 Kata

Acacia berlari keluar istana menuju ke arah hutan. Hingga tiba ia berada di sebuah pohon yang lebat dan menjulang tinggi. Pohon tersebut terlihat suram, tapi Acacia tidak memperdulikannya. Yang ia butuhkan adalah ketenangan. Ia ingin menenangkan hatinya yang terluka saat ini. Acacia memeluk lututnya, menangis terisak di hutan yang sepi dan sunyi. Suara tangisnya terdengar sangat jelas karena suasana hutan yang sepi. Ia memukul-mukul dadanya yang terasa sesak, sungguh hatinya sangat hancur. "Jahat kamu Jullian. Jahat...," isak Acacia. Tangisannya kian menjadi, mengingat segala sikap Jullian yang berubah sehingga tanpa sadar ia sudah menghancurkan hati matenya. Tak habis pikir, jika Jullian lebih memilih bersama Jenie dari pada bersamanya. "Tega kamu. Tega, hiks hiks hiks...." Acaci

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN