Jullian menatap pengawalnya tajam. Ia sangat marah melihat pekerjaan mereka yang tidak becus. Sedangkan para pengawalnya, sudah menundukkan kepala sedalam-dalamnya, tidak berani menatap pemimpin mereka. Tangan Jullian terkepal sehingga menampakkan urat-urat tangannya. Jenie yang berada disebelah Jullian, mencoba menenangkannya dengan mengelus bahunya. "Mengapa sudah tiga hari, tapi kalian tidak menemukan mateku?" tanya Jullian, geram. Para pengawal itu menunduk takut. "Maaf, Lord. Kami sudah mencari di segala tempat, tapi Queen tidak kami temukan," ucap salah satu dari mereka. "BODOH!!!" maki Jullian. Pedangnya pun melayang, menebas kepala pengawal tadi. Mereka bertambah takut, melihat teman mereka yang mati ditangan Jullian dengan tragis. Badan mereka sudah gemetar dan lemas, ta

