Jullian masih setia menunggu Acacia sadar. Ia menggenggam tangan matenya yang dingin dan menempelkan ke wajahnya. Ia menatap Acacia sendu dan berharap matenya segera sadar. Namun, tiba-tiba badan Acacia bersinar dan melayang di udara. Jullian yang sedang menggenggam tangan matenya itu kaget dan refleks melepaskan genggamannya. Ia pun memanggil mama, papa , beserta yang lainnya untuk segera datang, tanpa menunggu waktu yang lama mereka telah tiba di kamar Acacia. Ekspresi mereka tidak jauh dari Jullian yang menatap tubuh Acacia yang bersinar dan melayang di udara dengan ekspresi terkejut dan khawatir. "Jullian, apa yang terjadi?" tanya Ratu Ales khawatir. "Aku juga tidak tahu, Ma," jawab Jullian tak kalah khawatir. "Astaga!! Lihat!! Rambut Acacia mulai berubah!" histeris Anora. "

