Dave sudah berada di kantornya. Hari ini ada rapat jam sebelas dengan ayahnya yang kini menjadi direktur DV Corp bersama beberapa rekan penting lainnya. "Wuiisshh. Yang marah-marah tadi wajahnya seger bener ni." goda Damian yang masuk tanpa permisi ke ruangan Dave. "Berisik!" "Hahahaha. Habis main berapa ronde?" "Diam atau di pecat!" "Wooww! Boss besar main pecat aja. Oke deh siyap aku mah. Diam kan.!?" Dave menatap Damian jengah. "Ada apa?" tanya Dave sedikit jutek. "Ada kabar baik bro." jawab Damian singkat. Namun sukses membuat wajah Damian mengkerut "Kabar apa?" "Aku yakin saat kau mendengar kabar ini, mungkin rasa syukurmu semakin bertambah. Pertama terpuaskan di ranjang, kedua--" "s**t! Tutup mulutmu Dami?!" Damian tertawa keras melihat reaksi Dave. Sedangkan Dave sudah m

