Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Kini di tubuh Nia hanya di pasangi infus, setelah sebelumnya alat pendetekai jantung di lepaskan. Nia sudah bisa berbicara dengan baik walaupun masih sering melamun. mungkin kare pengaruh obat yang disuntikkan dokter, entahlah. ia juga kurang paham. "Hey. Kamu kenapa ngelamun?" tanya Dave pada Nia. Nania melirik ke arah Dave dan menatap suaminya itu lekat. "Mas." panggil Nia. "Hm?" "Kiara gimana?" Dave terdiam. Tapi dia tak mau menyembunyikan kabar itu dari Nia. "Kiara masih belum sadar sayang. Tapi kamu nggak usah khawatir. Perawatan terbaik sudah dikerahkan untuk Kiara." Dave tahu Nia shock, karena tak bisa dipungkiri. Kiara seperti itu karena menyelamatkan Nia. Nia sudah menangis, tapi sebisa mungkin otaknya memerintahkan untuk tak panik

