Asmi duduk di salah satu meja yang ada di kantin. Dibukanya kotak bekal yang sengaja dia bawa dari rumah, karena kelelahan dan bangun pukul lima lebih, ditambah salat berjamaah dan menghabiskan waktu bersama Kanaya, Asmi hanya sempat masak Mie goreng untuk bekal. Asmi masih ingat percakapan dengan Kanaya subuh tadi, penyesalan karena sudah menampar anak itu dia rasakan begitu dalam. "Naya mau maafin Mami, kan?" tanya Asmi usai salat subuh. Naya mengangguk. "Kan Naya bilang kemarin, Mami boleh aja nikah lagi. Kenapa Naya berubah pikiran? Ada sesuatu yang bikin Naya takut?" tanya Asmi. Asmi merasakan tatapan sedih yang berusaha Kanaya redam. Gadis itu memaksakan diri untuk tersenyum. "Naya takut kalau punya bapak tiri, Mi." Akhirnya apa yang gadis itu pendam bisa terungkap juga. Asm

