Epilog

1170 Kata

Suasana rumah minimalis ini nampak tenang. Penghuninya tengah bersantai di ruang keluarga. Elena sibuk menyuapi Reina ; putri bungsunya, sedangkan Arlan sibuk membaca koran sambil sesekali melirik televisi yang sedari tadi menyala. "Udah, Bunda," tutur Reina sambil menutup mulutnya. "Masih sisa banyak, Rei. Nanti Ayah nggak bakal beliin kamu es krim lagi kalau nggak mau makan. Iya, kan, Yah?" ancam Elena seraya menatap Arlan meminta bantuan. "Hm." Arlan hanya bergumam. Elena mendengkus sebal. "Reina sayang, ayo buka lagi mulutnya," titah Elena. Bocah berumur empat tahun itu tetap menggeleng. "Bunda lapar!"                                              Elena tidak terkejut mendengar teriakan tersebut. Sudah biasa. Arkana Erland Emeraldi Utama. Putra sulungnya itu memang sedikit menye

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN