Suasana rumah minimalis ini nampak tenang. Penghuninya tengah bersantai di ruang keluarga. Elena sibuk menyuapi Reina ; putri bungsunya, sedangkan Arlan sibuk membaca koran sambil sesekali melirik televisi yang sedari tadi menyala. "Udah, Bunda," tutur Reina sambil menutup mulutnya. "Masih sisa banyak, Rei. Nanti Ayah nggak bakal beliin kamu es krim lagi kalau nggak mau makan. Iya, kan, Yah?" ancam Elena seraya menatap Arlan meminta bantuan. "Hm." Arlan hanya bergumam. Elena mendengkus sebal. "Reina sayang, ayo buka lagi mulutnya," titah Elena. Bocah berumur empat tahun itu tetap menggeleng. "Bunda lapar!" Elena tidak terkejut mendengar teriakan tersebut. Sudah biasa. Arkana Erland Emeraldi Utama. Putra sulungnya itu memang sedikit menye
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


