Bulao Papa

1330 Kata

42 Seorang perempuan berdiri di balkon kamar hotel yang ditempatinya. Tatapan kosong diarahkannya ke langit gelap bertabur bintang. Rembulan hanya mengintip di balik kabut pekat, seolah-olah tidak berniat untuk menerangi dunia. Perempuan berkaus ungu muda menunduk saat merasakan gerakan di perutnya. Sudut bibirnya membingkai senyuman karena merasa senang proses tumbuh kembang sang janin berjalan lancar. Dia mengusap pelan perut, kemudian menengadah untuk memperhatikan sekeliling. Perempuan berambut panjang teringat masa-masa dirinya tinggal di Jakarta beberapa bulan silam. Sejumput kerinduan akan kota tersibuk di Indonesia, telah berhasil diobati. Selanjutnya, dia hanya akan sekali-sekali berkunjung ke Ibu Kota, bila hendak mendatangi keluarga Aryeswara. Dering ponsel dari dalam k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN