Part 44 (ending)

2090 Kata

Pria berkemeja kotak dengan kaos polosan putih itu melenggang santai dengan tangan kiri yang menyeret koper dan tangan kanan yang tampak sibuk mengetikkan jarinya di atas hp-nya. Sesekali dia juga membenarkan letak kacamatanya yang hampir merosot karena terlalu lama menunduk. "Kamu kok lama banget sih, padahal yang lain udah check out dari tadi?!" Pria itu reflek berhenti lalu mendongak menatap ke arah suara, seulas senyuman lembut muncul dari bibir manisnya itu. "Maaf tadi aku ke kamar mandi sebentar." Perempuan yang diajaknya bicara itu berdecak malas. "Halah! Ngomong aja kalau sengaja di telat-telatin biar nggak datang ke acara." sindirannya telak. Pria itu diam dengan garis muka yang tidak bisa diartikan. Helaan nafas panjang meluncur begitu saja. "Yah ... mungkin bisa dibilang be

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN