137. Satu Persatu

1047 Kata

Effren sengaja berkata seraya memberikan seringai remeh pada Felix yang menggerutu kesal, "Ku pkir kau benar-benar menyesal dan bersedih atas kematian Lorenza. Tapi ternyata kau hanya menganggapnya angin lalu dan ..." Felix tidak terima diremehkan, ia mengikuti Effren masuk ke dalam laut. "Penyesalanku tak membuat putriku kembali!" potong Effren cepat, menggoyangkan dagunya agar Felix mau menerima tantagannya lomba berenang. Sebenarnya Felix sedang merasa sangat kesepian. Ia rindu ingin menggod4 Veronica, mendengarkan suara istrinya itu yang merdu, juga merindukan tawa berderai Zeze dan Freyaa. Terutama Freyaa yang sangat suka main seluncuran bersamanya. Tanpa sadar Felix mendengkuskan tawa, teringat ketika Freyaa menduduki wajahnya dimana gadis kecil itu masih memakai pampers penuh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN