Erika menghentikan langkah kaki dan berusaha menyentak genggamana tangan Hvitserk pada pergelangan tangannya. Walaupun Erika artis pendatang baru di Mussolini entertainment dan ditraining melakukan pekerjaan seperti pelayan wanita pada salah satu tempat hibvran milik Mussolini, Erika masih mampu menjaga kehormatan tubuhnya dengan baik. "Kau mau pergi? Sudah tidak memerlukan gaun lagi untuk ke acara festival?" Hvitserk membalikkan tubuhnya ke belakang, memandang Erika lekat-lekat. Mereka sudah sampai di halaman hotel bagian pantai, beberapa langkah dari pintu lobi. "Aku tidak tau kenapa aku memiliki rasa bersalah padamu. Karena itu ijinkanlah aku bebas dari perasaan bersalah ini." Hvitserk mendesahkan napas beratnya ke samping, terlihat jelas jika asisten Felix tersebut sangat lelah.

