Luca duduk di lantai ubin dalam kamar mandi, kepalanya tersandar ke dinding. Perutnya benar-benar bergemuruh dan sama sekali tidak bisa diajak bersahabat sedikitpun. "Luca ...!?" Michele mencari Luca di dalam kamar hingga ke ruang baca sebelah ruangan tidur mereka, akhirnya mendapati suaminya itu tersandar lemas pada dinding kamar mandi. Michele memberikan pijatan lembut ke tengkuk, kening dan pelipis Luca yang akhirnya membuka kelopak matanya lemah. "Sweetheart, aku ingin berkunjung ..." Luca yang tubuhnya lemas, hal yang ia inginkan ternyata adalah mengunjungi istrinya yang sedang mengandung janinnya. "Kau masih lemas. Tunggu bertenaga sedikit, aku lelah jika harus menunggangi kuda jantan sepertimu!" "Aku benar-benar rindu ..." Luca menyampirkan wajahnya ke pundak Michele dan

