145. Rindu

1110 Kata

"Jawablah panggilannya, Nicca. Kalian perlu bicara." Luciano berkata kembali karena Veronica hanya menatap layar tablet di tangannya yang masih berdering panggilan video dari Felix. Kelopak mata Veronica berkedip beberapa kali dan ia melipat bibirnya masuk, menoleh memandang Luciano. "Apapun yang terjadi, kau tetap bagian dari keluarga kami." Luciano memegangi pelan pundak Veronica, lalu membawa adik iparnya tersebut duduk pada sofa. "Aku, Zetha dan Papa. ...berhutang banyak padamu." tambah Luciano, ia menuangkan air mineral yang ada di atas meja ke dalam gelas, memberikannya ke Veronica yang menggelengkan kepalanya samar. "Aku tidak melakukan apa-apa, bahkan membantu Zee sembuh pun aku gagal ..." "Kita tidak gagal, hanya belum terlihat ada hasil nyata saja." Luciano meraih camil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN