9

1071 Kata

I love you Mata gue yang terpejam berusaha untuk tidur jadi melek seketika teringat tiga kata yang buat gue uring-uringan. Sekarang udah jam 1 pagi tapi gue masih belum bisa buat tidur. Kak Tristan emang sialan. Seenaknya bilang gak usah di pikirin, anggap aja angin. Angin apaan! Malah masih berbekas di otak gue. Gue lirik bunga di samping tempat tidur, gue ambil bunga itu dan gue hirup dalam-dalan wangi bunga itu. Emang sih gak fresh banget bunganya. Soalnya kata kak Kei, dia beli bunga ini pulang sekolah dan ogebnya dia naro di kulkas biar gak layu. Iya, bunga itu dari kak Kei. Dia ngasih bunga itu pas gue mau masuk mobil sama kak Chandra untuk pulang setelah perayaan ultah gue. Hadiah dari yang lain juga ada kok. Dari kak Tristan-- btw tentang dia, semenjak dia ngakuin perasaannya s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN