24

639 Kata

"Tam, makanannya uda-- Astagfirulloh! Lu ngapain sih?" Mendengar suara tristan, tama balik badan. "Masaklah! Ngapain lagi gue disini kalo bukan masak?" Sewot tama dan lanjut kepenggorengan. Tristan mengusap wajahnya kasar dan mendengus. Sebenernya dia ingin ketawa ngeliat penampilan tama yang cukup mengenaskan. Bagaimana tidak, gadis itu menutupi tangannya yang sedang memegang spatula dan agak takut-takut terkena minyak. "Kamu takut kena cipratan minyak?" Tanya tristan yang udah ada disamping tama. Tama mengangguk pelan namun dia tidak menoleh ke taeyong. Cowok iu tiba-tiba mengambil spatula yang dipegang tama. Membuat gadis itu hampir aja terpeleset. "Udah biarin aku aja yang masak ayamnya. Kamu masak aja sayur bayamnya." Titah tristan dan langsung dilaksanakan tama. Sel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN