Pertemuan yang Tak Terduga

1821 Kata

Cahaya terang dari senter prajurit musuh itu menembus celah dedaunan, membelah kegelapan di dalam gua kecil itu seolah membuka tirai yang selama ini melindungi mereka. Jantung Tiara terasa berhenti berdetak sesaat; tangannya secara naluriah menekan lebih kuat bahu Satria agar suaranya tak terdengar lagi. Di sampingnya, Karsa sudah mengangkat senapan, jari telunjuknya siap menarik pelatuk jika diperlukan, namun ia menahan diri menembak di tempat sesempit ini hanya akan mempercepat tertangkapnya mereka semua. “Di balik semak itu! Ayo periksa!” teriak suara dari luar, disertai langkah kaki yang makin mendekat dan gesekan ranting yang pecah di bawah sepatu bot berat. Tiara menundukkan wajah, matanya berkaca-kaca menatap wajah Satria yang pucat pasi. Dalam hati ia berdoa agar demam itu segera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN