Mentari pagi menyinari gedung pencakar langit tempat Anya bekerja. Udara ber-Ac yang dingin terasa menyegarkan di kulitnya saat ia melangkah masuk ke kantor, langkahnya ringat seperti biasanya. Aroma kopidari mesin pembuat kopi di pojok ruangan menyambutnya, aroma yang selalu membangkitkan semangatnya untuk memulai hari. Hari ini, Anya mengenakan setelan jas berwarna biru muda membuatnya terlihat segar dan profesional. Rambutnya yang panjang terikat rapi ke belakang. Ia tersenyum kecil membayangkan kejadian semalam di rumah Ethan, orang tua Ethan sepertinya sudah mulai menerimanya, sehingga jalan menuju pernikahan sudah dekat. “Anya,” suara Bu Anita, seniornya yang terkenal tegas dan kerap kali memintanya bantuan, membuatnya tersentak. Bu Anita mendekat, wajahnya diliputi ekspresi yang

