Dahi Emily berkerut setelah mendengar ancaman wanita cantik itu. Ia tak menyangka wanita itu adalah dalang dibalik semua. Seketika pikirannya pun bercabang. “Membunuhku? Aku tidak mengenalmu, Miss. Bagaimana bisa kau membunuh orang sementara kau tidak mengenalnya? Lagi pula mengapa harus aku yang kau jadikan umpan? Lalu apa tujuan anda menyuruh dia mengirimiku surat kaleng, memberitahu Allan dekat dengan wanita lain? Aku..” Tiba-tiba air matanya mengembang. “Bukan satu-satunya wanita yang dekat dengannya. Jika kau berpikir aku satu-satunya yang ia cintai, mungkin kau salah.” Suara Emily bergetar mengingat video itu lagi, ketika Allan berdansa dengan wanita bernama Hannah itu terlihat intim dan mesra. Seperti layaknya kekasih. Setiap melihat keintiman mereka, ia pun teringat semua ucapan

