Emily cukup terkejut mendengar suara pria itu lagi. Pria dengan ciri khas suara berat dan serak. Pria yang beberapa hari yang lalu mengirimnya surat kaleng, memberitahu hal yang tak ingin ia ketahui mengenai Allan. Namun malam ini, di depan Alejandro yang mengeryit, pria itu kembali menghubunginya dengan suara ciri khasnya yang sedikit tertawa. Menertawai sejuta kecemasan, kecurigaan dan kebimbangannya terhadap Allan. Yang mungkin salah satu tujuannya di balik tujuan lainnya yang memberitahu sebuah kebenaran tentang Allan. Dengan sebelah tangan terkepal, Emily pun menjawab, “Apa maumu?” balasnya dengan nada ketus. Wajahnya merah padam dengan amarah yang tertahan. Alejandro yang mendengar jelas ucapan Emily, terdiam memperhatikan raut wajah Emily yang perlahan serius dan segurat emosi

