Tania menatap ke arah mbah Minah, melalui matanya Ia meminta tolong kepada mbah Minah untuk tidak mengatakan tentang dirinya. Tania bergetar ketakutan, kalau-kalau yang datang adalah para pria yang sudah mencuuliknya. Tania langsung mengangkat putranya yang baru saja direbahkannya di atas tempat tidur. Tania mendekap dengan erat putranya, Ia bersembunyi di balik pintu kamar mbah Minah. Menunggu dengan perasaan cemas siapakah yang sudah mengetuk pintu gubuk mbah Minah. Sementara itu mbah Minah membuka pintu gubuknya dan dilihatnya kalau yang berdiri di depannya adalah tetangganya, “Mbah, ini Saya tadi mencari tutut di sawah dapat banyak. Saya kasih buat lauk mbah makan.” “Wah, terima kasih banyak. Kebetulan sekali Mbah hari ini tidak punya lauk,” ucap mbah Minah. Kemudian tetangga mbah

