28. Sunset dan Es Kelapa Muda

2030 Kata

Bella menjulurkan kakinya yang panjangnya pas sepanjang hammock, yang kemarin dipasang oleh Abangnya di balkon kamar gadis itu. Ia sedang bersantai sore ini, rebahan di dalam hammock ditemani novel tebal yang belum selesai ia baca tentunya. Dalam hening dan fokus membaca deretan kalimat yang tertera di lembar novelnya, Bella mengernyitkan kening sebab tiba-tiba saja Zeon masuk ke dalam pikirannya. Ditambah lembar yang Bella baca adalah bagian tokoh utama perempuan yang sedang memikirkan kekasihnya, Bella jadi terbawa suasana dan memikirkan Zeon. "Hmm, kok gue malah kepikiran Zeon sih!" Ia bergumam pelan. Kemudian menjatuhkan novel di atas wajahnya seraya menghela napas berat. Entah kenapa sejak pulang tadi pikirannya masih tidak tenang. Jujur saja Bella memang khawatir, tapi ia terlalu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN