Bagian 43

1123 Kata

"Khai.." "Khai!" Panggilan itu membuat Khai membuka matanya. Ia dapat melihat Risma yang sudah berdiri di depannya dengan wajah kesal. Pasalnya sudah lelah Risma memanggil Khai sedari tadi dan Khai masih tidak membuka matanya. Untung saja percobaan terakhirnya Khai akhirnya membuka mata. Khai memegang kepalanya ketika merasakan kepalanya sedikit berat serta pusing. "Ma.." panggil Khai lirih. Risma yang melihat Khai memegang kepalanya segera berjalan mendekati Khai dan memegang kening Khai. Ia mengecek suhu tubuh Khai dengan telapak tangannya. "Kamu gak panas kok," ucap Risma setelah ia sudah mengecek suhu badan Khai. Khai menganggukkan kepalanya. Ia memang tidak merasa demam, hanya saja Khai sedikit pusing. "Sekarang kamu bangun.. makan malam dan setelah itu kamu lanjut belajar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN