Panthana memijit pangkal hidungnya yang tiba-tiba berdenyut setelah mendengar permintaan Bowbow, sang hantu yang seharusnya sudah pergi ke dunianya itu justru kembali dan akan merepotkannya lagi. “Ya ampun, Bow. Emang lo mau minta bantuan apa lagi sih sama gue? Kirain masalah lo udah kelar semua,” gerutu Panthana. “Emang udah beres kok masalah aku semua.” “Nah, terus ngapain lo mau minta bantuan gue lagi?” “Gini, Thana. Aku tuh inget pernah jahilin temen-temen kamu, Inggrid sama Dian. Aku udah kelewatan ampe mereka celaka dan masuk rumah sakit. Kamu masih inget kan kejadian itu?” Panthana mengangguk-anggukan kepala, tentunya dia masih ingat kejadian itu. Suatu kejadian yang membuatnya begitu merasa bersalah pada teman-temannya sampai sekarang karena dia yang menyebabkan Bowbow marah
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


