Panthana masih tertidur di ranjang empuknya, bergelung manja sambil memeluk guling dan menarik selimutnya yang tersingkap hingga menggulung di pinggang. Dia membetulkan posisi selimutnya hingga kembali menutupi sampai d**a. Namun, dia merasakan selimut itu tertarik seolah ada seseorang yang sengaja menariknya. Panthana seketika membuka mata, terkejut sekaligus takut. Dia pun menggulirkan mata menatap sekeliling kamar. Tapi anehnya tak ada satu pun sosok yang dilihatnya. Sebenarnya Panthana terkejut karena tiba-tiba ada yang menarik selimutnya seolah ada sosok hantu yang baru saja mengganggu tidurnya. Dia pun takut, bukan takut melihat penampakan hantu karena semenjak hidup bersama dengan Bowbow, dia tak lagi terlalu takut pada hantu. Tapi yang dia takutkan adalah sahabatnya, Bowbow yang

