BAB 9

554 Kata
Sebelum sampai dirumah Indri, Reza mengajak Indri makan malam terlebih dahulu di tengah-tengah perjalanannya mereka. indri pun menurut saja, ia juga merasa lapar. karena berlalu banyak mampir, akhirnya mereka sampai dirumah indri sudah pukul 22.00 malam. "assalamualaikum. " ucap indri sambil mengetuk pintu, tidak berapa lama pintu terbuka dan tampaklah pak herman. indri dan reza pun mencium punggung tangan pak herman dengan bergantian. "saya permisi pulang dulu pak, " ucap reza saat indri sudah masuk ke dalam rumah. "tunggu, reza.! " cegah pak herman "iya pak, ada apa.? " tanya reza sopan. "sudah malam, menginap lah di sini. sekarang ini rumah kamu juga, " ucap pak herman saat melihat reza yang terlihat lelah. ya, memang reza sangat lelah. ia harus mondar-mandir dari rumah, perusahaan, rumah sakit dan rumah indri. "baiklah, terimakasih kasih pak, " ucap reza menyetujui tawaran pak herman. reza pun mengikuti pak herman masuk ke dalam rumah. "ini kamarnya indri, masuk saja. anggap rumah sendiri ya? " ucap pal herman, setelah itu ia masuk ke dalam kamarnya sendiri. reza pun membuka pintu kamar indri dan melihat indri sedang berganti pakaian, indri hanya menggunakan celana dalam saja, dan akan memakai piyama tidurnya karna setiap tidur indri selalu melepas bra nya. "kyaakk.. ! kenapa mmm... mmm.." indri belum menyelesaikan kata-katanya tapi mulutnya suda di bungkam tangan reza. reza mendadak panik saat indri berteriak. ia takut di dengar pak herman, indri pun berontak sekuat tenaganya karena ia malu posisinya kini sedang telanjang, tentu saja ia tidak bisa mengalahkan tenaga reza yang tubuhnya lebih besar darinya. "jangan berteriak..! aku akan melepaskannya. " ucap reza pelan di telinga indri, indri pun mengangguk. setelah lepas dari tangan reza, indri segera memakai piyamanya .reza yang melihat hanya bisa menelan ludahnya dan matanya tak berkedip. ini pertama kalinya ia melihat gadis telanjang nyata di depan mata. biasanya ia hanya melihat di film dewasa yang ia nonton. tanpa bisa di cegah, sesuatu di dalam celana dalamnya menegang. "kenapa kak reza masuk kedalam kamarku.? " tanya indri setelah memakai piyamanya. "aku menginap disini disuruh pak herman. " jawab reza sambil duduk di tepi ranjang. "lalu kenapa ke kamarku.? biasanya pakde bayu menginap disini tidurnya di kamar tamu kak" tukas indri "sekarang aku suamimu. jadi pak herman menyuruhku tidur di kamarmu. " jawab reza sambil melepas kaosnya. "hei, kenapa kak reza melepas kaos begitu.? tanya indri malu dan takjub dengan badan reza yang padat dan kekar. "aku mau tidur dan enggak bawa pakaian ganti, nanti pakaian ku kusut. ayo tidur, aku lelah. " jawab reza lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur indri. indri lun terpaksa tidur diatas satu ranjang lagi dengan reza. ia menaruh guling di tengah-tengah di antara mereka. indri tidur miring membelakangi reza. tengah malam, reza merasa kebelet ingin buang air kecil, ia membangunkan indri. "ndri... indri... " panggil reza sambil menggoyang-goyangkan tubuh indri. "hmmm..." gumam indri masih memejamkan matanya. "dimana kamar mandinya.? " tanya reza "di belakang sampingnya dapur. " jawab indri lirih reza pun turun ranjang dan keluar kamar menuju kamar mandi sesuai petunjuk indri, setelah dari kamar mandi, reza kembali ke kamar indri dan melihat posisi tidur indri terlentang. ia dapat melihat dengan jelas tonjolan gunung kembar indri dari luar piyamanya karna tadi indri memang tidak memakai bra. reza ingin merabanya tapi ia sudah membuat perjanjian untuk tidak menyentuhnya. lalu ia mengurungkan niatnya dan kembali tidur di samping indri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN