Nadira berusaha fokus saat mengoreksi lembaran kertas yang ada di depannya itu. Heru masih saja berada di ruangan ini. Rasanya sangat tidak nyaman ketika mengoreksi tugas mahasiswa dan ada orang yang membuat mood hancur. Heru tampak tidak peduli dengan ketidaknyamanan Nadira. "Ini semua saya sudah setuju. Anda sudah bimbingan pada dospem kedua?" tanya Nadira terpaksa mengoreksi cepat tugas akhir mahasiswi yang ada di depannya itu. Hanya menunggu persetujuan Bu Nadira saja. Jadi, ini saya sudah fix, ya, bab dua-nya?" tanya sang mahasiswi dengan wajah penuh harap. "Ya, kamu bisa lanjutkan bab tiga." Nadira memberikan kertas tanpa corat-coret spidol warna merah. "Baik, Bu. Terima kasih banyak." Mahasiswi itu langsung keluar dari ruangan panas itu. Heru menatap Nadira dengan tatapan tajam

