"Kenapa, Ar?" Ningsih merasa Arkan tidak nyaman saat ini. Arkan hanya mengembuskan napas panjang sebagai jawaban. Rasa cemas, khawatir, dan perasaan lain menghantui sosok tampan itu karena Laras dalam keadaan hamil besar saat ini. Arkan selalu memikirkan keadaan Laras meski tidak mendapatkan balasan dari perempuan yang kini memilih me-non-aktifkan nomornya itu. Sama seperti dulu yang pernah Laras lakukan saat Arkan mencoba mendekati. "Nomornya nggak aktif, Nek. Dulu, pernah juga kaya gini. Aku jadi serba salah," kata Arkan dan membuat Ningsih mengerutkan dahi. "Coba mana nomornya, biar Nenek coba hubungi dia." Ningsih memaksa Arkan memberikan nomor ponsel milik Laras yang terbaru. Arkan terpaksa memberikan nomor Laras pada sang nenek. Ningsih pun menekan satu per satu angka yang diperl

