“Gue nggak mau kencan sama lo!” Risyad menoleh ke belakang, melihat tiga karyawan yang menahan tawa setelah mendengar teriakan Bevi. Dia menatap Bevi lalu memberi kode lewat mata. Refleks Bevi menoleh, dan tersadar masih ada orang lain. Gadis itu menepuk kening, berdiri menatap depan dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Tring.... Pintu lift yang terbuka membantu Bevi menghindar dari rasa canggung. Tanpa berpamitan, dia berjalan keluar dengan kepala tertunduk. “Nanti, ya, Bev!” teriak Risyad sebelum pintu lift tertutup. Tiga karyawan yang berada di belakang Risyad terdengar cekikian. Risyad berbalik lalu melipat kedua tangan di depan d**a. “Apa? Ada masalah?” “Enggak. Kalian cocok,” ujar salah satu karyawan dengan potongan rambut tipis. Lelaki itu mengacungkan jempol ke Risyad la

