22- TANPA LO, GUE MAMPU!

1860 Kata

Bevi menatap Raka yang terlihat kaget melihat keberadaannya itu. Dia memaksakan senyuman lalu berjalan mendekat. “Saya lupa belum ngomong sesuatu.” Setelah mengucapkan itu dia berjalan menuju ruangan Birzy. “Bev! Bevi!” Raka berusaha mencegah, tapi gadis itu langsung masuk ruangan Birzy begitu saja. Ceklek.... Birzy mengangkat wajah. Dia terlihat sebal karena Bevi membuka pintu tanpa seizinnya. “Ada apa?” tanyanya sambil melipat kedua tangan di depan d**a. Bevi menatap Birzy dengan mata berlinang. Kedua tangannya meremas sisi roknya, berusaha mencari pegangan. Gadis itu menarik napas panjang lalu mengangkat dagu. “Maaf atas kejadian kemarin. Maaf atas kejadian sebelum-sebelumnya.” “Hmm...” Birzy tersenyum mengejek. Dia duduk bersandar, memperhatikan wajah Bevi yang tidak secerah biasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN